10 Mitos di Tahun Baru Imlek

Posted on

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai mitos di tahun baru Imlek ini, terlebih dahulu penulis akan mengucapkan selamat bagi seluruh orang di dunia yang merayakan datangnya tahun Monyet Api ini. Semoga kita yang tidak merayakan juga dapat mendapatkan keberkatan dan kesejahteraan yang sama dengan kalian yang merayakan. Khusus bagi rakyat Indonesia yang merayakan, ada baiknya juga mengingat mantan Presiden Gusdur yang mana beliau menjadi tokoh pluralisme sekaligus presiden pertama yang memberikan kemerdekaan untuk perayaan Imlek. Gong Xi Fa Cai, Selamat Tahun Baru Imlek 2566.

Tahun baru imlek tidak hanya dominan dengan kemeriahan di pecinan di seluruh dunia dengan berbagai ornamen-ornamen yang ada. Dari makanan, pakaian, kembang api, petasan, barongsai, pernak-pernik penunjang kemeriahan yang bila dilihat hampir semuanya berwarna merah. Namun di balik itu semua, ternyata kemeriahan Imlek juga menyimpan banyak mitos-mitos yang tabu apabila hal tersebut dilakukan atau diadakan. Lalu apa saja kiranya yang menjadi mitos-mitos di tahun baru Imlek itu?

tahun baru imlek

Mitos Tahun Baru Imlek

Berikut ini adalah 10 mitos yang sering kita dengar yang berkaitan dengan perayaan tahun baru Cina ini:

1. Jangan Memegang Sapu

Apa sih alasan dari mitos bahwa selagi merayakan tahun baru Cina ini mereka dilarang memegang sapu? Karena bila mereka menyapu lantai sapu diyakini akan mengusir nasib baik serta keberuntungan. Sehingga mereka melarang penggunaan sapu selama musim perayaan, penyedot debu  peralatan pilihan utama untuk bersih-bersih.

2. Jeruk dan Jeruk Keprok

Bila tadi dilarang untuk memegan sapu, namun ini kebalikannya. Dalam perayaan Imlek mereka akan meletakkan banyak jeruk di berbagai tempat dengan alasan hal itu akan melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Selain itu, mereka akan dianggap tidak menghormati tetangga manakala berkunjung tidak membawa buah ini.

3. Angpao Merah

Angpao menjadi satu hal yang mungkin paling ditunggu oleh para anak-anak hingga mereka yang belum menikah. Pemberian uang dalam Angpao merah yang dihiasi pernak-pernik Imlek ini diyakini menjadi salah satu untuk ‘menyebarkan keberuntungan’ bagi para penerimanya. Jumlah bukanlah menjadi hal yang dinomer satukan.

4. Petasan

Dalam cerita-cerita kuno, petasan digunakan untuk mengusir Nian (raksasa setengah naga setengah singa yang meneror manusia). Karena Nian sangat membenci suara yang kerasa, maka dengan adanya petasan ini Nian tidak bisa menyerang manusia. Tradisi ini menjadi berkembang dan setiap perayaan Imlek selalu ditandai dengan petasan.

5. Warna Merah

Selain menjadi warna keberuntungan, warna merah juga ditakuti oleh Nian. Sehingga perayaan Imlek juga ditandai dengan orang-orang yang mengenakan celana dan baju berwarna merah.

6. Warna Hitam

Kebalikan dengan warna merah, warna hitam diasosiasikan dengan kematian dan juga nasib buruk. Oleh sebab itu mereka menghindari mengenakan pakain berwarna hitam di hari perayaan.

7. Buah Nanas

Buah ini bermakna ‘kemakmuran’ dalam bahasa Mandarin. Oleh karena itu pula, buah ini dijadikan sebagai sovenir festival.

8. Ikan dan Abalon

Alasan ini bukan berdasar pada nilai gizi yang dikandungnya. Namun lebih pada bunyi keduanya dalam bahasa Mandarin secara fonetis terdengar seperti kekayaan. Sangat penting bagi orang China untuk hidup dalam kekayaan dan tidak akan ada kekurangan apa pun di tahun yang akan datang.

9. Bersih-bersih di Musim Semi

Di musim semi, para keluarga membersihkan rumah mereka dari ‘kotoran-kotoran’, baik itu debu yang menempel di dinding-dinding atau pun roh-roh jahat yang ada dalam rumah mereka. Ini dilakukan sebelum perayaan tahun baru Imlek.

10. Menjaga Tahun

Anak-anak akan diminta untuk terjaga hingga larut malam di malam tahun baru. Hal itu diyakini akan ‘menjaga tahun’ untuk orang tuanya. Makin malam, maka akan makin panjang usia orang tua mereka.

Itulah kesepeluh mitos yang berkaitan dengan perayaan tahun baru Imlek atau tahun baru kalender Cina. Semoga kemeriahan, kedamaian dan kesejahteraan Imlek ini menjadi input yang baik untuk seluruh masyarakat Indonesia serta seluruh masyarakat di dunia. Gong Xi Fa Cai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *