tata ruang kota di semarang

Abstrak Penelitian tentang Rencana Tata Ruang Kota di Semarang

Posted on

tata ruang kota di semarang

Rencana Tata Ruang merupakan pedoman dalam arahan pemanfaatan ruang di Indonesia, dengan terdapatnya Undang-Undang Penataan Ruang No.26 Tahun 2007. Namun masih terdapat implementasi Rencana Tata Ruang yang tidak efektif. Masih terdapatnya kasus pelanggaran pemanfaatan ruang yang terjadi di Kelurahan Gedawang, seperti aktifitas pembangunan di kawasan konservasi di Kelurahan Gedawang merupakan contoh kasus tidak efektifnya implementasi rencana tata ruang Kota Semarang.

Dari latar belakang permasalahan tersebut dapat dibuat rumusan masalah dalam penelitian berupa pertanyaan, apakah faktor yang menjadi pengaruh terjadinya pelanggaran pemanfaatan ruang di Kelurahan Gedawang yang menyebabkan Rencana Tata Ruang Kota Semarang tidak efektif dalam implementasinya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan terjadinya pelanggaran pemanfaatan ruang di Kelurahan Gedawang yang menyebabkan rencana tata ruang Kota Semarang tidak efektif dalam implementasinya.

Variabel penelitian yang digunakan terkait dengan mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang berdasarkan kajian literatur terpilih 5 variabel utama yaitu Institusi/kelembagaan pengendalian pemanfaatan ruang, instrumen pengendalian pemanfaatan ruang, kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang, sosialisasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pengawasan dan pelaporan.

Metode penelitian yang akan digunakan ialah metode kuantitatif. Kemudian teknik analisis yang digunakan ialah analisis faktor dengan jenis Rfactor analysis. Teknik sampling dalam penelitian menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data primer menggunakan teknik kuisioner dan wawancara, sedangkan perolehan data sekunder melalui telaah dokumen. Penilaian data analisis dilakukan dengan menggunakan skala likert berdasarkan hasil kuisioner yang berisikan pernyataan-pernyataan terkait dengan kelima variabel utama.

Dari hasil kuisioner tersebut akan dilakukan analisis faktor yaitu Rfactor analysis. Keseluruhan hasil analisis menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu variabel-variabel pernyataan yang terkait dengan variabel utama hasilnya signifikan berkontribusi terhadap variabel terikat yaitu pelanggaran pemanfaatan ruang.

Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa dari segi instrumen pengendalian pemanfaatan ruang yaitu pertanyaan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap rencana tata ruang dan peraturan peruntukkan lahan atau peraturan zonasi merupakan faktor yang berkontribusi paling besar terhadap terjadinya pelanggaran pemanfaatan ruang di Kelurahan Gedawang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *