Apa itu Stress Kerja?

Posted on

Apa itu stres kerja? – Secara umum stres merupakan peristiwa psikologis yang dialami seseorang akibat adanya rasa frustasi, tekanan atau ketegangan emosi, yang diakibatkan dari kenyataan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan atau diinginkan. Proses kejiwaan yang timbul akibat stres oleh Davis dan Newstrom dinyatakan sebagai suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi fisik seseorang. Dengan kata lain, stres adalah tanggapan penyesuaian yang dilandasi oleh perbedaan-perbedaan individu dan atau proses psikologis, yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan dari luar (lingkungan) situasi/peristiwa yang menetapkan permintaan psikologis dan atau fisik berlebihan pada seseorang (Gibson, dkk, 1996).

stres kerjaStres terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan yang sangat berbarti antara persepsi individu terhadap suatu tuntunan yang diahadapinya dengan kemampuan untuk mengatasi atau memenuhi tuntutan tersebut. Hal ini sejalan dengan pemikiran Robbins yang menyatakan bahwa stres adalah kondisi dinamik seorang individu yang dikonfrontasikan dengan suatu peluang, kendala/tuntutan yang terkait dengan apa yang sangat diinginkan, kemudian hasilnya dipersepsikan sebagai suatu yang tidak pasti dan penting. Kendala dapat berupa kekuatan yang mencegah individu dari melakukan apa yang sangat diinginkan dan tuntutan mengacu pada hilangnya sesuatu yang sangat diinginkan/diharapkan.

Stres kerja atau job stress merupakan suatu kondisi yang ditunjukkan oleh stres di tempat kerja, yang dapat ditimbulkan karena adanya pengalaman yang bersifat internal sehingga menciptakan ketidakseimbangan fisik dan psikis dalam diri individu sebagai akibat dari faktor lingkungan eksternal, organisasi maupun orang lain (Szilagyi).

Stressor atau penyebab stres dari aspek individual stressor meliputi: konflik peran, kerancuan peran, kelebihan beban kerja serta pertanggungjawaban ke orang lain. Dari aspek group stressor meluputi: perilaku manajerial, kurang adanya dukungan kelompok, konflik dalam kelompok, serta status yang kurang sesuai dalam kelompok. Adapun dari aspek organisational stressor meliputi: iklim organisasi, teknologi dan gaya manajemen. Sedangkan dari extraorganisational stressor meliputi: keluarga, ekonomi, kurangnya mobilitas sosial serta kualitas hidup.

Lalu apa akibat dari stres kerja ini? Akibat dari stres kerja ini adalah: (1) Aspek behavioral meliputi: kepuasan, kinerja, absensi dan perputaran kerja, kecelakaan, penyalahgunaan wewenang; (2) aspek cognitif meliputi: pengambilan keputusan yang tidak tepat, kurang konsentrasi, dan pelupa; (3) aspek psikologikal meliputi: meningkatknya tekanan darah, meningkatknya kolesterol, dan penyakit jantung koroner.

Apa itu Stres Kerja? – Cuplikan dari artikel berjudul Analisis Gender Tentang Dimensi Stres Kerja, Kepuasan Kerja dan Komitmen Kerja (Studi Kritis Perilaku Dosen Wanita Pejabat Struktural PTS di Kota Malang) yang ditulis oleh Alifiulahtin Utaminingsih. Silahkan baca abstraknya di postingan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *