kepuasan kerja

Kepuasan Kerja dan Tekanan Kerja

Posted on

Diantara banyaknya ragam sikap dan emosi yang dimunculkan di tempat kerja, yang paling penting adalah kepuasan kerja dan tekanan kerja.
Kepuasan kerja merupakan keadaan emosional yang menyenangkan dihasilkan dari persepsi bahwa satu pekerja tugas membantu pekerja mencapai hasil yang bernilai untuknya.

Tekanan kerja, sebuah keadaan emosional yang tidak menyenangkan, muncul dari ketidakpastian yang dirasa bahwa seseorang dapat memenuhi persyaratan dari sebuah pekerjaan.

Respon yang beragam terhadap munculnya tekanan sangatlah mungkin, termasuk respon psikologi, respon perilaku, dan reaksi kognitif. Reaksi tekanan tersebut mempunyai konsekuensi penting untuk organisasi, khususnya dalam hal biaya finansial untuk kesehatan, ketidakhadiran, pergantian, dan kegagalan kinerja.

Baca juga : Motivasi seseorang dalam pekerjaan.

kepuasan kerja

Ketidakpuasan dan tekanan berasal dari beberapa sumber: lingkungan fisik dan sosial, orang, tugas organisasi, dan peranan organisasi.

  • Lingkungan fisik dan sosial
  • Disposisi personal – kecenderungan negatif menggambarkan dimensi disposisi dari kesulitan subjektif yang mencakup keadaan suasana hati yang tidak menyenangkan seperti kemarahan, jijik, muak, bersalah, takut dan gugup.
  • Tugas organisasi
  1. Kompleksitas tugas menunjukkan hubungan positif antara kompleksitas tugas dan kepuasan.
  2. Ketegangan fisik
  3. Kebermaknaan tugas – penting bagi para pekerja untuk meyakini bahwa pekerjaan itu memiliki nilai.
  • Peranan Organisasi
  1. Ambigu peranan adalah ketidakjelasan, atau kurang jelas, melingkupi harapan-harapan tentang peranan orang dalam organisasi. Hal ini merupakan indikasi bahwa orang dalam peranannya tidak mempunyai cukup informasi tentang apa yang diharapkan. Hal ini juga dapat berakar dari kurangnya informasi tentang penghargaan untuk kinerja yang baik dan hukuman untuk kinerja yang gagal.
  2. Konflik peranan merupakan pengakuan akan pertentangan atau permintaan kontradiksi yang menghinggapi seseorang yang menjalankan satu peranan.
  3. Cakupan peranan berarti jumlah absolut harapan yang ada untuk seseorang yang menjalankan sebuah peranan.

Baca juga : Bagaimana cara mengelola perbedaan individu dalam organisasi.

Sejumlah program intervensi yang berbeda-beda dapat diimplementasikan guna mengurangi kegiatan yang berujung pada tekanan, memungkinan seseorang untuk menghindari atau terbiasa dengan semua tekanan, atau, menggagalkan upaya-upaya tersebut, setidaknya mengurangi gejala tekanan. Pengukuran-pengukuran tersebut mencakup pengayaan tugas, pelatihan keahlian, biofeedback, rotasi kerja, dan gambaran pekerjaan realistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *