penyebab jatuhnya sukhoi

KNKT Umumkan 3 Penyebab Jatuhnya Sukhoi

Posted on

3 Penyebab Jatuhnya Sukhoi – Setelah sekira 6 bulan dilakukannya investigasi mengenai penyebab jatuhnya Sukhoi, hari ini (18 Desember 2012), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengumumkan pada media tentang hasil investigasi pesawat super jet buatan Rusia, Sukhoi RRJ-85B dengan nomor registrasi 97004.

penyebab jatuhnya sukhoi

Pesawat yang sedang melakukan uji coba penerbangan di beberapa negara ini nahas dan mengalami kecelakaan di Gunung Salak, Jawa Barat pada Mei 2012. Terbang demo di Indonesia ini merupakan bagian dari roadshow Asia yang dimulai untuk mempromosikan pesawat itu. Sebelumya demo dilakukan di Burma, Pakistan dan Kazakhstan dan setelah Indonesia akan dibawa ke Laos dan Vietnam. Pesawat yang dikembangkan oleh perusahaan penerbangan Rusia, Sukhoi, bekerjasama dengan mitra Barat, adalah pesawat baru pertama yang dirancang oleh Rusia sejak jatuhnya Soviet.

3 Penyebab Jatuhnya Sukhoi

Dalam konferensi pers hari ini, KNKT menjelaskan setidaknya ada 3 penyebab jatuhnya Sukhoi di Gunung Salak. Ketiga penyebab jatuhnya pesawat super jet ini adalah:

  1. Faktor pertama adalah awak pesawat Sukhoi ini tidak menyadari kondisi alam dari pegunungan pada jalur yang dilalui. Inilah yang  mengakibatkan awak pesawat mengabaikan peringatan dari Terrain Avoidance and Warning System (TAWS).
  2. Faktor kedua adalah kelemahan pada sistem kontrol di Jakarta yang memang belum dilengkapi dengan data batas tinggi minimum penerbangan. Selain itu, sistem kontrol di Jakarta juga belum memiliki sistem peringatan untuk penerbangan di wilayah Gunung Salak.
  3. Faktor ketiga adalah faktor human error dimana ada distraksi yang mengalihkan perhatian sang pilot Sukhoi. Distraksi itu adalah percakapan berkepanjangan yang tidak terkait dengan penerbangan di kokpit Sukhoi. Akibatnya, pilot tidak segera mengubah arah pesawat keluar dari orbit.

Dari ketiga faktor utama penyebab jatuhnya Sukhoi ini, human error menjadi sorotan utama. Tim investigasi dari KNKT menemukan fakta bahwa sempat ada diskusi antara pilot dan seorang tamu Sukhoi yang duduk di kokpit. Diskusi antara tamu dengan pilot ini membicarakan tentang konsumsi bahan bakar yang dipakai oleh pesawat super jet ini.

Kemudian tim investigasi juga menemukan adanya pembicaraan mengenai rencana pesawat untuk berbalik arah ke Bandara Halim Perdanakusumah. “Sempat ada pertanyaan dari kapten, “Kita mau pulang apa terus membuat orbit?”,” kata dia. Pertanyaan itu diajukan sebanyak tiga kali. Karena pertanyaan diajukan ketika mengemudikan pesawat, diduga pilot mengambil arah yang tidak seharusnya.

sumber: tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *