warisan budaya - sesajen
Gambar: Sesajen

Kolusi Warisan Budaya Leluhur?

Posted on

Kolusi Warisan Budaya Leluhur? – Bagi masyarakat Jawa dan Bali, atau bahkan ditempat lain juga, yang masih memegang teguh warisan leluhur mereka pasti akan mengenal sesaji atau sajen. Seperti halnya di kampung saya masih sering terjadi manakala ada orang yang akan melangsungkan hajatan, pernikahan atau pun lainnya, mereka sering menaruh bungkusan dalam daun jati atau pisang yang dipojokan pilar rumah. Dengan adanya sesajen itu, mereka seolah meminta ijin pada para leluhur dan berharap selama hajatan mereka diberi keselamatan.

warisan budaya - sesajen
Gambar: Sesajen

Budaya leluhur ini kemudian bertransformasi menjadi kolusi. Tapi dimana sesungguhnya titik kaitan sesajen sebagai warisan budaya leluhur ini dengan salah satu jenis kejahatan musuh Bangsa Indonesia, “kolusi”?

Hal di atas bukanlah pendapat saya pribadi, melainkan pendapat dari seorang professor. Dalam diskusi mengenai sistem kepegawaian di negeri ini ada seorang mahasiswa yang bertanya, “kenapa sih KKN sulit dibasmi di negara ini?”.

Kolusi Warisan Budaya Leluhur?

Pada awalnya pertanyaan tersebut dijawab oleh kelompok yang harus presentasi di kelas tersebut, namun kemudian profesor menambahkan jawaban mereka. Mungkin apa yang saja tangkap kurang lebih seperti ini.

Kenapa KKN (dalam konteks ini adalah kolusi) sulit diberantas? Selain jawaban-jawaban normatif yang telah semua kita mungkin ketahui, sebenarnya ada hubungannya juga dengan budaya leluhur di sekitar kita. Kita dapat mengaitkannya dengan warisan budaya seperti peletakan sajen di tempat-tempat tertentu agar supaya si penunggu tempat tersebut memberikan keselamatan dan keamanan. Mungkin istilah kasarnya kita “menyogok” pada setan penunggu di situ. Kita mengadakan perdamaian-perdamaian dengan setan agar supaya niat, maksud dan keinginan kita dapat berjalan lancar. Jadi melihat kasus KKN (dalam konteks ini adalah kolusi) tidak hanya dilihat dari sebab-sebab seperti yang kita dengar dari televisi saja, namun ada aspek budaya leluhur yang melatarbelakangi hal tersebut.

Mendengar penjelasan dari profesor ini saya jadi berpikir, ‘iya juga ya’. Itu mungkin alasannya mengapa kolusi di negeri kita ini sulit untuk diberantas, ya karena memang ada sisi warisan budaya yang telah tertanam di diri bangsa ini. Meskipun di sisi lain saya juga kaget ketika warisan budaya bangsa ini dihubungkan dengan hal-hal yang buruk seperti itu.

Apa pun itu tujuan dari sesajen, karena saya juga tidak paham betul apa tujuan mereka yang masih menggunakan sajen, saya masih menganggapnya bahwa itu warisan budaya yang perlu kita lestarikan. Dan saya tidak akan mengaitkannya dengan sudut pandang agama mana pun tentang hal itu. Apa yang saya akan katakan di sini adalah kita tidak perlu meninggalkan warisan budaya tersebut hanya untuk alasan bahwa warisan budaya tersebut dikaitkan dengan tindakan KKN. Toh kita harus tetap yakin pada KPK bahwa mereka yang senantiasa dirongrong oleh kubu-kubu yang tidak ingin mereka ada tetap terus maju dalam upaya pemberantasan KKN di negeri ini demi terciptanya negeri yang bebas dari KKN.

4 thoughts on “Kolusi Warisan Budaya Leluhur?

  1. Profesornya dr mana dulu nih..?? Kyaknya perlu membuka diri, menambah wawasan lebih luas lagi deh 🙂 Di tempat saya & agama yg saya anut ada ajaran ‘Keseimbangan’ keseimbangan antara manusia dg Tuhan, Manusia dg Manusia, Manusia dg Lingkungan. Nah di lingkunangan ini bisa dg alam & sekitarnya (dunia lain). Jadi bukannya kita memberi sesajen disuatu tempat untuk menyembahnya tetapi menghormati saja, Jika semuanya seimbang maka damai akan tercipta.

    Jadi bukanya krn sesajen jadi budaya KKN tumbuh! Bukannya penjajah Belanda yg mewariskannya ke kita? dan semakin parah dicontohkan oleh Pemimpin kita….?!

  2. Sebenarnya hampir sama dengan agama tertentu, menindas dan membunuh sesama manusia dengan janji sorga dan 72 bidadari yg menanti adalah ajaran sesat untuk memuluskan hasrat manusia sesat dengan dalil ajaran langit!…

  3. Kelihatanya sang profesor ini hanya pandai karena otaknya encer, tapi dari sisi spiritual jelas kering. Kalau di jabarkan tujuan sesaji itu sangat luas karena menyangkut keseimbangan lahir bathin. Kalau dunia sigok menyogok itu hanya ada di dalam otak para koruptor, jangan jangan otak sang profesor penuh dengan fikiran suap dan mencari pembenaran lewat tradisi sesaji…hmmm…profesooor ..profesor..mbok belajar kexdimbangan lahir bathin dan jangan menggunakan otakmu yang jelas jelas terbatas.

  4. makanya islam melarang keras praktik2 klenik warisan moyang qta,sesajen artinya qta bsekutu dg setan!
    cb terapkn hukum islam.pasti pada buntung tuh tgn koruptor!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *