Kritik Tayangan TV

Posted on

Kritik tayangan TV atau televisi ini hanyalah sedikit cara unik kami dalam menikmati tayangan yang saban hari berseliweran di televisi yang ada di kontrakan kami. Banyak tayangan televisi yang seringkali menjadi sasaran kritik kami di saat mempunyai waktu bersama-sama untuk menonton televisi setelah mungkin seharian ada yang bekerja ada pula yang kuliah. Acara musik, komedi, ajang pencarian bakat, bahkan hingga acara hantu-hantu an pun tidak luput dari pantauan kami. Mungkin itulah apa yang (seharusnya) dikerjakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk tidak memasung kreatifitas dunia pertelevisian namun lebih pada bagaimana tayangan yang ada di televisi kita bermutu, bermanfaat, serta aman bagi berbagai kalangan usia sesuai dengan target pirsawan.

Tulisan ini tidak akan membicarakan tentang bagaimana seharusnya KPI atau pun KPID dalam menjalankan fungsi-fungsinya sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran (Wikipedia); namun tulisan ini hanya akan sekedar menceritakan bagaimana cara kami dalam mengkritik tayangan TV. Sebagaimana yang saya telah sebutkan di awal, sebenarnya ini hanyalah cara unik kami dalam menikmati tayangan televisi.

kritik tayangan tv
Gambar: Trans7

Cara Lain Menikmati Tayangan “[Masih] Dunia Lain”

Saya yakin banyak diantara para pembaca yang mengetahui acara tersebut; dan dalam tulisan ini hanya akan mengupas bagaimana cara saya dan teman-teman saya “menikmati” acara tersebut. Program acara [Masih] Dunia Lain merupakan format baru dari program acara yang pernah menjadi fenomena di dunia pertelevisian Indonesia yaitu, Dunia Lain. Masih mengedepankan segmen “Uji Nyali” dengan perbedaan menjadi selama 2 hari berturut-turut dan menggunakan alat yang dapat mendeteksi langsung keberadaan makhluk gaib. Syuting akan diadakan selama dua hari di tempat yang sama, dan peserta uji nyali juga akan menempati tempat uji nyali yang sama pula. Yang diharapkan oleh tim (Masih) Dunia Lain adalah meningkatnya aktifitas gaib di tempat tersebut di hari yang kedua, apabila peserta menyerah sebelum hari kedua atau tidak bisa melanjutkan hingga acara berakhir, maka peserta akan digantikan oleh peserta selanjutnya.

Lalu bagaimana kritik tayangan tv ini? Manakala dapat kesempatan untuk menonton bareng acara ini, kami akan bersiap-siap untuk seolah-olah menjadi crew acara yang memberikan komando melalui radio. Contohnya: ketika tayangan ini akan mengulang “suara-suara” (yang katanya) tertangkap oleh kamera; maka salah seorang dari kami akan berkata, “robohkan tangganya, ayunkan kursi, …..” dan lain sebagainya. Hal ini untuk “berpura-pura” bahwa apa yang terjadi dalam tayangan itu adalah sebenarnya rekayasa dan memang sudah disutradari.

Hal lain yang menjadi asyik yang menjadi bagian kritik tayangan ini adalah menirukan dan berpura-pura menjadi peserta dengan memberikan sedikit narasi kejadian yang berbeda dengan tayangan aslinya. Tak ayal hal ini akan membuat gelagak tawa dalam kami menonton acara tersebut. Sedikit aneh bukan? Menonton acara HANTU namun bisa ketawa terbahak seperti layaknya nonton Opera Van Java. Contoh: “Pemirsa, di sana ada sesosok bayangan yang mungkin crew sedang siapkan, nanti saya akan berpura-pura takut,,,,”.

Hal lain yang menjadi sorotan dari tayangan [Masih] Dunia Lain adalah ketika Mbak Citra (Parapsikis) yang setiap acara selalu memperhatikan orb (dalam bahasa Indonesia berarti bulatan) yang tertangkap oleh kameranya. Selain itu ia selalu membahas soal warna-warni aura. Kadang diantara kita juga seringkali menirukan gaya dari mbak Citra ini.

Itulah cara kami melakukan kritik tayangan tv [Masih] Dunia Lain. Hal ini bukan berarti kami tidak mempercayai adanya kehidupan selain apa yang kita alami; kami percaya bahwa ada “dunia lain” itu. Yang menjadi inti dari tulisan ini adalah bahwa kami tidak menikmati cara-cara bagaimana acara ini dikemas. Sehingga kita mendapat kesan bahwa apa yang terjadi di dalam tayangan tersebut adalah sepenuhnya hasil rekayasa tim kreatif demi mendongkrat rating acara.

Kritik Tayangan TV – Shiningallspark

8 thoughts on “Kritik Tayangan TV

  1. untuk pak nico,kang arif dan mbak sarah..tolong jgn kasar dong dengan peserta yang kerasukan,kasian yang punya raga,kang arif juga kan bisa menetralisir peserta tanpa menyentuhnya.cah palembang

  2. Hari sabtu kan acara masih dunia lain adalah tayangan ulang tuch…Tolong donk kalo mau gelar acara masih dunia lain cari tayangan ulang pilihan lah yg bagus dikit kek, masa udh tayang ulang yg ditonton ternyata cuman liat peserta duduk disorot camera doank spt hari ini tgl 28

  3. btl th kt yg di atas !
    Gw jg prnh uji nyali dan itu ada !
    Kl mw buktiin uji nyali sana !
    Plg 1 Detik Dh gak Kuat !
    Hahaha !
    Cocopoz

    Kl brani buktiin kl lo bs Uji nyali dn bru bantai tu Acara !
    Hahaha Speak !

  4. Klo 2 dunia saya lebih suka, disana menurut saya ada ilmu keagamaan yg bs diambil klo berfikir positif. Saya bs mengambil hikmah knp hrs takut kpd sesama makhluk tuhan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *