Menganggur Anggur
Gambar: islambalikpapan

Menganggur anggur, dari pada menganggur

Posted on
Menganggur Anggur
Gambar: islambalikpapan

Menganggur Anggur – Siang ini, benar-benar saya menjadi orang yang sangat sukses (baca: menganggur) karena sedari pagi jam 9 hingga sore tidak ada hal-hal yang harus saya kerjakan. Mengajar? Tidak. Bikin raport seperti teman-teman yang menjadi guru? Pun tidak. Santai-santi ke mall? Tidak dikehendaki oleh dompet. Jalan-jalan nonton bioskop 3D atau numpang baca buku di Gramedia? Juga tidak. Tidur? Ya. Pantas kiranya disebut menjadi penganggur yang sukses menambah angka pengangguran di negeri yang seolah memperhatikan mereka para penganggur.

Meski menjadi penganggur, otak saya tidak juga menjadi menganggur untuk berpikir. Berpikir merupakan sebuah realitas mengapa saya ada mesti badan ini menganggur. Anehnya, saya tidak berpikir bagaimana untuk tidak menjadi pengangguran lagi di negeri para penganggur ini dengan menemukan cara atau berusaha menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh sebab itu, saya berasumsi bahwasanya saya sudah menyia-nyiakan kesempatan berpikir saya untuk berpikir mengurangi angka pengangguran itu. Dan mungkin juga, menjadi orang yang sangat berdosa karena telah membuat anda semua para pembaca membaca tulisan ini. Lalu apa yang ada dalam pikiran ini? Itu pertanyaan yang mestinya terlintas.

Kali saya mendengar kata atau menjadi “menganggur” dan “pengangguran”, setiap kali itu juga saya berpikir apa kata dasar yang baku dari kedua kata tersebut. Bila saya tarik ke belakang, saya masih ingat kapan kali pertama saya mempertanyakan pertanyaan sulit (baca: bodoh) itu adalah saat saya masih duduk di kelas sebelas MA. Dimana saat itu saya bertanya pada mengasumsikan bahwa kata dasarnya antara “anggur” dan “nganggur”. Untuk asumsi pertama, apakah benar “anggur” itu kata dasar dari “pengangguran” dan “menganggur”? Karena kapanpun terlintas kata “anggur” yang terkesan sangat baku, maka yang akan terbayang adalah buah manis seukuran kelereng yang berwarna ungu, atau pun sejenis minuman keras. Apa anda juga masuk dalam kelompok ini? Atau kelompok yang menganggap bahwa kedua kata di atas berasal dari kata “nganggur” yang terkesan tidaklah baku.

Sepanjang waktu itu—sedari kelas sebelas MA ketika kali pertama mempertanyakan hal itu, hingga kesempatan menjadi pengangguran siang hari ini—saya sudah berulang kali mempertanyakan hal itu kepada beberapa mahasiswa atau yang sekarang telah menjadi guru, dan bahkan diantara mereka sedang menempuh Program S2 Jurusan Bahasa Indonesia. Semuanya tidak yakin dalam menjawabnya dan tidak bisa membuat puas hati saya ini. Akhirnya setelah kejadian pengangguran hari ini, saya putuskan untuk membuka kamus, entah kenapa hal itu tidak saya lakukan semenjak dulu. Dari hasil membuka kamus (baca: e-book dalam bentuk pdf file yang saya dapat dari 4shared.com) Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh PUSAT BAHASA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Tahun 2008, saya menemukan tiga buah kata “anggur” dengan makna yang berbeda, sebaliknya saya tidak menemukan satu pun kata “nganggur”. Berikut ini adalah makna dari kata “anggur” tersebut:

  1. Anggur bermakna jenis tumnuhan yang merambat, buahnya berbentuk bulat kecil-kecil sebesar kelereng dan berangkai, berwarna hijau atau merah hati; atau juga minuman yang dibuat dari sari buah anggur yang telah difermentasikan.
  2. Anggur bermakna keratan cabang atau batang yang akan ditanam; setek
  3. Anggur yang diikuti dengan kata menanggur bermakna tidak memiliki kegiatan apa-apa yang dapat menghasilkan uang; tidak melakukan apa-apa; tidak bekerja.

Dari ketiga makna tersebut muncul beberapa turunan kata, diantaranya “menganggur”, “pengangguran”, dan “penganggur”. Untuk kata “menganggur” ada dua makna, pertama berarti bahwa mengerat cabang (batang) untuk ditanam; menanam (ubi kayu dsb) dengan cara setek; dan menganjak atau memindahkan tanaman. Kedua, berarti tidak memilliki kegiatan yang bisa menghasilkan uang; tidak melakukan apa-apa; dan tidak bekerja.

Mungkin dengan apa yang saya tulis ini anda sekalian dapat menjadi “penganggur” yang bertambah ilmunya. Anda juga bisa menambahkan contoh kalimat penggunaan kata-kata tersebut atau pula menambah pengetahuan anda tentang penggunaan kata tertentu dari pada anda menganggur. Akhir kalimat, saya berpesan “Dari pada anda menganggur, mari kita menganggurkan anggur di taman belakang dan jangan menganggurkan anggur yang sudah ada di meja.” ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *