Pendidikan Karakter yang Efektif #1

Posted on

Pendidikan karakter yang efektif #1 ini merupakan bagian pertama dari total tiga bagian artikel yang berjudul asli “Understanding Effective Character Education” yang ditulis oleh Dr. Marvin Berkowitz. Berikut adalah bagian pertama artikel tersebut.

Terdapat banyak peribahasa yang mengingatkan kita bagaimana kita untuk cenderung melihat kembali ide-ide lama. “Segala hal yang lama akan menjadi baru kembali.” “Sejarah itu akan berulang dengan sendirinya.” “Dan semua musim, akan terus berputar dan berputar lagi … .” Hal ini sepenuhnya benar dalam hal pendidikan karakter. Di Amerika Serikat, pendidikan ini telah mengalami kebangkitan kembali sejak tahun 1992. Namun pendidikan ini mempunyai masa kejayaan lain semasa sepertiga awal dari abad ke dua puluh, dan baru sekarang ini disadari kembali. Di Kanada, sejarah pendidikan karakternya lebih mudah untuk ditelusuri dengan menggunakan nama lain, seperti pendidikan nilai dan pendidikan moral. Dengan beragam namanya, pendidikan karakter telah tenggalam dan muncul kembali selama berabad-abad di Eropa, Kanada dan Amerika Serikat (dan tempat lainnya). Dan sekarang muncul kembali di Ontario, dengan dukungan penuh dan entusias dari Kementerian Pendidikan, dalam sebuah bentuk baru yang terintegerasi dengan ikatan dan konsultasi komunitas. Untuk alasan itu sendiri, penting kiranya untuk memikirkan beberapa pentanyaan kunci: (1) Apakah pendidikan karakter modern itu? (2) Apakah pendidikan karakter itu berjalan? (3) Seperti apakah pendidikan karakter yang efektif itu?

pendidikan karakter
Gambar: google

Apakah Pendidikan Karakter itu?

Secara sederhana istilah “pendidikan karakter” merupakan istilah jaman sekarang untuk apa yang disebut dengan persoalan-persoalan milenia lama. Pendidikan ini telah berlangsung dengan beragam nama atau istilah dan masih ada di bagian-bagian yang berbeda dari seluruh penjuru dunia – sebagai contoh, pendidikan nilai, pendidikan moral, pendidikan kewarganegaraan, pembelajaran emosional sosial, pendidikan warga negara pengembangan kepemudaan yang positif. Tidak akan ada suatu masyarakat yang bakal bertahan bilamana pendidikan karakteri ini tidak secara bebas membantu perkembangan karakter kewarganegaraan di setiap generasi kepemudaan yang berikutnya. Dan sosialisasi ini harus dilakukan oleh semua sektor dalam masyarakat: keluarga, komunitas, media, sekolah dan lain sebagainya. Hal ini telah menjadi satu keharusan utama dari sekolah, khususnya di masyarakat dengan pemerintahan sendiri seperti Kanada, untuk berkontribusi secara substantif terhadap formulasi moral kepemudaan. Kita membenarkan hal ini dalam tiga cara. Pertama, satu-satunya cara untuk membuat dunia lebih bermoral adalah dengan membuat orang-orangnya lebih bermoral. Kedua, seperti halnya peribahasa yang mengatakan “seoarang anak hanyalah substansi dari apa yang oleh orang dewasa yang bertanggung jawab dapat lakukan.” Ketiga, sekolah mempunyai pengaruh yang sangat besar dan tambahan untuk para pemuda sebagaimana mereka lebih banyak meluangkan kehidupan masa anak-anak dan remaja di sekolah. Pendidikan karakter merupakan perkembangan yang disengaja di sekolah tentang kecenderungan dan kapasitas remaja untuk bertanggung jawab, menjadi warga yang pro-sosial dan penuh rasa hormat di masyarakat kita. Beberapa ciri yang lebih umum diberikan untuk remaja adalah: (1) rasa hormat pada diri sendiri, pada orang lain dan lingkungan dimana mereka hidup; (2) rasa tanggung jawab; (3) sebuah orientasi ke depan dan kapasitas untuk kejujuran dan keadilan; (4) rasa keprihatinan akan kesejahteraan orang lain; (5) sebuah komitmen terhadap kejujuran dan transparansi tujuan; dan (6) sebuah dedikasi untuk demokrasi dalam kehidupan politik dan sehari-hari.

Pendidikan karakter selanjutnya menjadi proses berbasis sekolah untuk membantu pengembangan ciri-ciri di atas pada para siswanya. Hal ini sangatlah multi dimensi dan kompleks. Saya melihat hal ini membantu untuk mengingatkan para pendidik bahwa pendidikan karakter adalah ilmu pengetahuan roket. Agar dapat membantu perkembangan satu rangkaian komponen psikologikal karakter yang kompleks dan berbeda-beda (seperti kesadaran, empati, alasan moralitas, nilai-nilai, identitas moral, dll.), seseorang membutuhkan satu strategi implementasi yang sama-sama kompleks dan multi dimensi.

Pada level yang paling molekular, pendidikan ini merupakan bangunan sebuah jaringan yang beragam dari hubungan-hubungan pro-sosial yang positif (antar para siswa namun juga antar staff dan antara staff dengan para siswa, staff dengan para orang tua, administrator dan staff, dan lain-lain). Pada level yang lebih makro, hal ini merupakan reformasi sekolah secara menyeluruh dan membutuhkan seluruh aspek fungsi-fungsi sekolah dari kurikulum akademiknya, terhadap peraturan disiplinnya, terhadap susunan pemerintahannya, terhadap misinya, terhadap kebudayaan dewasa dari sekolah dan lainnya.

Itulah bagian pertama dari artikel “Memahami pendidikan karakter yang efektif”, penerjemahan ini akan saya lanjutkan dalam postingan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *