Ramadhan ala Sinetron di Televisi

Posted on

Ramadhan ala Sinetron di Televisi – Dua atau tiga hari lagi umat islam Indonesia dan juga seluruh umat islam di seluruh penjuru dunia akan menyambut datangnya bulan penuh kemuliaan, yakni bulan suci Ramadhan 1434 Hijriyah. Bagi umat islam di Indonesia kemungkinan besar akan mengalami perbedaan awal puasa ramadhan; organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah sendiri sudah memastikan awal bulan Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Jum’at, sedangkan NU sendiri baru akan memastikan awal puasa setelah mengadakan rukyatul hilal dan sidang isbat bersama MUI di Kementerian Agama esok Kamis. Kemeriahan penyambutan bulan turunnya Al-qur’an ini telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, seperti tradisi dugderan yang ada di Semarang.

ramadhan

Stasiun televisi nasional sebagai salah satu sumber hiburan masyarakat Indonesia juga tidak kalah meriah dalam menyambut dan memberikan tayangan selama bulan puasa sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya. Beragam acara ceramah, kultum, live adzan, kajian islam dan program sejenis telah dipersiapkan oleh beberapa stasiun televisi untuk menemani pemirsa setianya menunggu saat-saat berbuka atau pun saat sahur. Namun, program-program keagamaan semacam dapat dibilang lebih sedikit dibandingkan dengan dominasi acara-acara hiburan, seperti acara komedi dan sinetron. Silahkan cek sendiri untuk program-program hiburan dengan dekorasi Ramadhan di stasiun kesayangan Anda.

Bila kita mencermati tayangan sinetron biasa atau pun sinetron religi ala Ramadhan, yang pada dasarnya hanya sinetron biasa yang mana para pemerannya hanya memakai busana muslim semata, sebenarnya sama-sama menyuguhkan ide dan jalan cerita yang sama. Kekerasan dalam rumah tangga, berebut kekuasaan dan harta warisan, anak menantu yang tidak dapat hidup rukun dengan mertua, dan sekian banyak cerita yang sama di hampir semua sinetron yang muncul di layar kaca kita.

Lebih jauh soal sinetron religi, setidaknya kita dapat mengelompokkanya ke dalam tiga jenis. Pertama, sinetron religi yang ide ceritanya berkisah seorang selalu teraniaya dan penuh kesabaran di lingkungannya namun pada akhirnya sukses di kemudian hari. Kedua, ide cerita berpusat pada tokoh yang selalu hidup maksiat yang akhirnya mati secara tidak wajar dan naas. Terakhir, cerita berpusat pada seorang yang penuh kemaksiatan namun akhirnya sadar dan menjadi pribadi yang baik di akhir cerita.

Ide cerita yang berulang-ulang dan nyaris seragam di hampir semua jenis sinetron biasa dan sinetron religi atau pun sinetron biasa edisi Ramadhan menggambarkan kurang kreatifnya para sineas yang berkecimpung di dalamnya, baik itu penulis cerita, sutradara atau pun para pelakonnya. Namun kita juga tidak dapat menutup mana, pastilah dari sekian banyak tayangan sinetron yang tayang selama bulan Ramadhan ini ada yang berkualitas, meski kadang hanya dimainkan oleh para pemeran yang kurang laku di sinetron striping. Katakanlah Para Pencari Tuhan yang Ramadhan tahun 2012 ini masuk ke musim ke enam, Para Pencari Tuhan Jilid 6.

Berbeda dengan sinetron lainnya, sinetron besutan artis kawakan bung Dedy Mizwar ini tidak menonjolkan luar seperti kostum busana muslim yang seolah hanya menjadi identitas sinetron religi pada umumnya, namun sinetron yang bersetting di pedesaan ini tetap dengan identitas mereka masing-masing. Bahkan, cerita di dalamnya tidak mengambil waktu seolah mereka sedang berpuasa. Isi cerita mengisahkan kehidupan tokoh dengan keseharian kekinian dan beragam permasalahan sosial yang relefan dengan realitas masyarakat dengan segala upaya penyelesaian masalah yang penuh nilai-nilai keagamaan di dalamnya tanpa menonjolkan simbol-simbol keagamaan atau pun identitas kemusliman.

Kita sebagai pemirsa kembali harus pandai memilih. Tayangan mana yang sesuai dan cocok untuk kita tonton dan patut untuk kita ambil sedikit nilai-nilai yang terkandung di dalam sinetron. Tanpa memilih secara cerdas, tayangan sinetron yang meskipun berwajah religi atau pun ber-ala Ramadhan dapat mengarahkan pada hal-hal yang akan mengurangi nilai puasa Ramadhan kita. Marilah kita menonton tayangan televisi di bulan Ramadhan ini secara cerdas.

SA – Ramadhan ala Sinetron di Televisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *