semarang kaline banjir

Salah Jika “Semarang Kaline Banjir”

Posted on

Semarang Kaline Banjir – Selain dikenal dengan beragam makanan khas serta beberapa objek wisata sejarahnya, Kota Semarang yang menjadi ibukota propinsi Jawa Tengah ini juga dikenal karena banjirnya. Meski tidak separah dengan banjir di Jakarta, setidaknya 9 kecamatan terendam banjir saat hujan lebat mengguyur Kota Semarang di Selasa pagi, 15 januari 2013. Alhasil, banyak rumah yang terendam banjir hingga lebih dari 50 cm serta banyak motor yang harus mogok di tengah-tengah banjir karena nekat menerjang banjir. Selain banjir, hujan di Selasa pagi ini pun mengakibatkan tanah longsor, salah satu gedung di Universitas Negeri Semarang harus terseret longsor dan terjun ke jurang sedalam tak kurang dari 50 m.

Hujan yang berujung banjir di Selasa pagi tersebut mengingatkan saya akan sebuah lagu yang dipopulerkan oleh si Ratu Keroncong, Waljinah. Penyanyi yang terkenal dengan lagu Si Walang Kekek ini juga dikenal akan lagunya yang berjudul “Semarang Kaline Banjir“. Dalam lagu ini, Kota Semarang digambarkan sebagai suatu wilayah yang pasti dikepung banjir bilamana musim hujan tiba. Dua kali (sungai) yang membelah Kota Semarang saat itu memanglah tidak terawat, sehingga akan mudah sekali untuk meluap meski hujan hanya sebentar.

semarang kaline banjir

Beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Semarang sedang gencar melakukan upaya normalisasi sungai. Yang begitu menonjol adalah pembangunan Daerah Aliran Sungai di Kanal Barat. Selain nampak lebih indah, pembangunan di sepanjang Kanal Banjir Barat ini juga mampu menampung air yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya saat sungai belum dinormalisasi. Mungkin istilahnya sekali dayung dikayuh, dua tiga pulau terlampaui. Jadi bila kita mendengar lagu “Semarang Kaline Banjir” agaknya tidak lagi relefan.

Ya, lagu “Semarang Kaline Banjir” sangat tidak relefan dengan keadaan setelah pembangunan kanal banjir ini. Karena sudah terbukti bahwa tidak terjadi luapan air dari kanal banjir ini. Lalu kok masih terjadi banjir di Semarang? Kenapa?

Mungkin saya tidak bisa menjawab secara tepat tentang pertanyaan tersebut. Hanya secara logika saja, bahwa pembangunan banjir kanal di Kota Semarang belumlah diimbangi dengan perbaikan dan normalisasi drainase serta selokan di banyak wilayah di Kota Semarang. Di perparah lagi bahwa kesadaran masyarakat untuk memperbaiki selokan dan drainase di wilayah mereka masih sangat kurang.

Alhasil, Banjir Kanal Barat dan Timur tidaklah mengalami luapan air yang hingga meluber ke daratan. Namun banjir di Kota Semarang lebih diakibatkan karena air yang dari daratan di beberapa wilayah yang tidak mampu mencapai titik-titik sungai hingga menyebabkan “genangan” yang lumayan. Serta tentunya permasalahan klasik Kota Semarang, yakni rob di beberapa tempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *