Tradisi Malam 1 Syuro di Tugu Suharto Semarang

Posted on

Tradisi Malam 1 Syuro – Sore kemarin sepulang dari kegiatan mengajar para mahasiswa PPGT Unnes di Ngaliyan, saya pulang ke kos yang ada di daerah Menoreh Selatan, Semarang. Sudah saya duga bahwa gang menuju kos pasti akan dipadati dengan sepeda motor yang diparkir di jalan. Mereka adalah para warga Semarang yang akan melaksanakan tradisi malam 1 Syuro di Tugu Suharto Semarang.

Tradisi Malam 1 Syuro

Masyarakat Jawa yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisi memang masih sering melaksanakan ritual-ritual yang biasa dijalankan para leluhurnya. Termasuk dalam semua ritual dalam menyambut tahun baru dalam penanggalan Jawa ini (atau Tahun Baru Hijriyah dalam Kalendar Islam). Di masing-masing daerah pasti mempunyai tradisi dan ritualnya sendiri. Lalu apa saja tradisi malam 1 Syuro di daerah Anda?

Bagi masyarakat Semarang dan juga daerah di sekitarnya dalam rangka menyambut malam 1 syuro, mereka mengadakan ritual di pertemuan arus antara Kali Garang dan Kali Kreo di dekat Tugu Suharto. Mereka melaksanakan ritual kungkum (berendam di sungai atau kali) atau ngalap berkah, mereka percaya, dengan ritual kungkum di malam 1 Syuro ini senantiasa mendapatkan berkah dan keselamatan ke depannya serta akan dikabulkan keinginannya. Kepercayaan ini dinilai sebagai nilai spiritual yang terdapat di Tugu Suharto, meski sekarang banyak pula yang hanya ikut-ikutan melakukan prosesi ritual kungkum tanpa mengerti manfaat yang sesungguhnya.

Nama Tugu Suharto

Pemberian nama Tugu Suharto konon bermula saat Presiden RI ke-dua Soeharto yang kala itu berpangkat mayor bertugas di Semarang dalam perang melawan Belanda. Saat itu beliau lari ke arah selatan kota yang saat itu masih berupa hutan, beliau melompat ke sungai yang merupakan pertemuan dua arus sungai, dan kemudian menancapkan tongkat dan berendam di sana. Di titik inilah kemudian dibangun monumen yang bernama Tugu Suharto dan masyarakat yang ikut percaya pada aliran kejawen Soeharto ikut melanjutkan tradisi berendam atau kungkum tersebut.

Tugu Suharto yang menjadi pusat pelaksanaan ritual kungkum ini terletak di Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajah Mungkur, Semarang, sekitar 5 km dari Lawang Sewu atau pun Tugu Muda.  Di sebelah Tugu Suharto terdapat jembatan gantung untuk menuju kampung sebelah kali, namun sekarang dalam masa perbaikan sehingga tidak dapat digunakan.Wilayah ini sekarang semakin ramai dengan adanya pemindahan pasar Sampangan di dekat SPBU Tugu Suharto yang hanya berjarak sekitar 100 m saja.

Bagi Anda yang ingin melihat suasananya atau pun ingin sekedar ikut-ikutan kungkum di sini, ada baiknya Anda datang pada malam 1 Syuro tahun depan. Namun bukan berarti saya mengajak Anda untuk mempercayai apa yang oleh masyarakat sini percayai. Anggap saja sebagai objek wisata tradisi malam 1 syuro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *